Sejak pertama kali mengenalnya, 2.5 tahun yang lalu….
Sejak itu pula aku hanya bisa melihatnya, menikmati senyumnya secara sembunyi-sembunyi untuk diriku sendiri. Tak sekalipun dia mengetahui sesuatu didalam dirinya telah tercuri, senyumnya, bayangannya. Hanya itu, namun aku tak pernah mampu mencuri hatinya.
Hingga kini, dengan ketidaksadarannya, dia masih tetap ada di sana, terkadang jauh, terkadang dekat, namun tetap tak dapat terjangkau.

Senyum, sapa, berlalu. Tak sekalipun melebihi itu. Dan aku juga tidak terlalu berharap dia melakukannya. Mustahil kalau kataku. Siapa sih aku ini? Hanya satu diantara banyak orang yang mengaguminya. Sang idola tak punya cukup waktu untuk memperhatikan orangorang di sekitarnya bukan?

Dan hari ini, seolah dunia sedang sangat baik padaku. Dia melihatku! Sesuatu hal yang sangat mahal harganya untukku.
Duduk berdua bersamanya di bangku panjang itu cukup membuatku melayang.
Jangan bayangkan adegan romantis seperti dalam dramadrama, dimana seorang pria dan wanita duduk berdekatan di sebuah bangku, berhadaphadapan dan saling memandang penuh kasih. Tak ada adegan seperti itu. Ini hanya percakapan biasa yang bagiku sangaaaaat luar biasa. Melihatnya berbicara dengan gayanya yang khas, berbicara sambil mengulum senyum, selalu seperti itu. Aku selalu saja meleleh dibuatnya.
Beruntung kebodohan dahulu tak terulang, aku sudah mampu berbicara dengannya, tidak hanya membisu saking terpesonanya.

Terlalu banyak yang dia berikan padaku hari ini. Cukup untuk mencharge kebahagiaanku sepuluh kali lipat dari biasanya. Semoga ini pertanda baik.

Advertisements