Mereka….
Orang2 yang menemani hari-hariku di perantauan

Ketika kita hidup di perantauan, dimana tidak ada sanak keluarga ataupun orang-orang yang kita kenal, maka disitulah kita akan menemukan orang-orang baru yang akan menjadi keluarga kita, dimana sebagian besar orang-orang perantau yang mempunyai nasib yang sama akhirnya bersatu untuk menghalau kesepian, tempat bercanda berkeluh kesah, serta berbagi semua hal yang biasanya kita lakukan bersama keluarga atau sahabat2 di rumah.
Selama tiga tahun lebih aku di perantauan, banyak sudah keluarga baru yang selalu menemani hari-hariku, baik secara langsung ataupun tidak langsung…
1. Noventi’ers
Warga Kost noventi a.k.a Noventi’ers
adalah orang-orang pertama yang menjadi saudaraku di perantauan, hidup seatap bersama mereka memberikan kisah tersendiri yang begitu special bagiku. Pertama kalinya hidup dengan orang-orang asing dalam waktu yang cukup lama, belajar beradaptasi, belajar mengerti karakter orang lain yang beragam, berbagi suka dan duka, bercerita bersama, melepas penat dan kadang cek cok kecil membuat aku belajar untuk menjadi lebih dewasa. Bersama mereka aku tinggalkan kesepianku, bersama mereka aku belajar berbagi, bersama mereka aku belajar mengerti, bersama mereka aku belajar menghargai, bersama mereka aku belajar bersosialisasi, tertawa, menggila, menangis bersama…. Thx to, mbak ita yang pendiammmmm…., mbak merry yang cerewet tapi baek hati, mbak utik yang kalem tapi enak diajak curhat, pita jelmaan ibuku di kost nih anak, ninis yang doyan belajar, lia yang hobi ngegame dan warga noventi laen….
Senang bisa menjadi bagian dari kalian 

2. Pandawi
Apa jadinya kalau lima orang cewek dengan karakter berbeda bergabung menjadi satu????
Ya! Itulah Pandawi, mimid, si kecil yang lincah dan supel. Biang gossip bagi para anggota pandawi yang lain, namun siapa yang mengira di balik kebiang gosipannya itu ternyata dia bisa menjadi seorang ustadzah yang selalu memberikan siraman rohani, ndalil kalo kata anak2 😀
Sisca, orang dengan gaya paling nyentrik diantara pandawi yang lain, dari selera warna yang senang nge-jreng n ga match, pernak-pernik yang aneh, dan gaya bicara yang aneh karena pengaruh komik yang sering dibacanya. Hobi putus nyambung sama cowok, suka bingung sendiri kalau udah berhubungan dengan makhluk satu itu, heeee…. Pissss ta’ :Dv. Wendy si ibu peri, saat yang lain sudah terbakar emosi, dia tetap positif thinking, sabar, paling kalem, paling diem tapi sekalinya ngomong langsung menusuk hati :D. Bella adek kecil kita, banyak nih anak julukannya, cengeng iya, ketawanya kaya wewe gombel, jadi sering dipanggil gombel juga :D, orangnya perasa kalo sudah dikatain orang lain langsung nangis, hobi banget koleksi gebetan walopun belum ada yang nyantol… peribahasa bilang “takkan lelah ku mengejar cinta” hahaha… piss mbel.

3. CANOPI (Cah Nomi Nol Pitu)
Teman2 satu angkatan di jurusan agronomi, 63 Orang dengan berbagai macam karakter. Memberi warna dalam hidupku.

4. Mig33 STAN Jakarta Chat Room
Dulu aku gak hobi tidur malam, namun setelah mengenal manusia2 kalong di room ini, aku jadi hobi tidur pagi. Di sini aku bisa mengenal orang2 yang sebelumnya tak pernah aku bayangkan bisa mengenal mereka. Senyum2 sendiri waktu liat layar hape adalah ciriku jika sedang asyik bercengkrama dengan “mereka” di dunia maya. Dari pembicaraan yang cukup berat berupa politik, sosial, masa depan, sampai percintaan dan hal2 yang sedikit vulgar dibahas di sini. Azna si ratu chat, wen dan mas pai si satpam room, geng bece, anak2 jeruk, mbak ajeng, mbak gal, karos, titis, mitha, massal, mas ingg, yudha, nia, mii, dll…. Suatu saat mungkin kita bisa berjumpa 

5. Guyub magelang
Berawal dari bergabungnya aku ke dalam sebuah sub forum, yaitu sub forum kaskus regional magelang berlanjut dengan group YM dan gath, dari sinilah aku mengenal mereka, orang2 hebat di bidangnya. Pak lurah GM beserta ibu yang mempunyai putra yang sangat lucu, ashley, pak RT, mas Cach pakbend pengusaha jamur, mas napen, mas jek pak walur yang jadi guru, mas ajik, mas galih, mas wudel, mas apip, abil, uke alias kepin, mbak mbokdhe, mbak isti, mbah inem si dukun muda…

sebenarnya masih banyak juga sih orang2 yahng mewarnai hidupku selama di perantauan, walaupun tak bisa menyebutkannya satu per satu, namun aku sangat senang bisa mengenal kalian 🙂

Advertisements